PERILAKU
KEORGANISASIAN
1.
Lima tingkat kebutuhan
dasar menurut teori Maslow
- Kebutuhan fisiologis
- Kebutuhan keamanan dan keselamatan
- Kebutuhan sosial
- Kebutuhan penghargaan
- Kebutuhan aktualisasi diri
Karena
kebutuhan-kebutuhan di tingkat
rendah harus terpenuhi atau paling tidak cukup terpenuhi terlebih dahulu
sebelum kebutuhan-kebutuhan di tingkat lebih tinggi menjadi hal yang memotivasi. Kebutuhan paling
dasar pada setiap orang adalah kebutuhan fisiologis yakni kebutuhan untuk
mempertahankan hidupnya, contohnya : sandang / pakaian, pangan /
makanan, papan / rumah dan kebutuhan.
Setuju, karena dalam suatu organisasi harus
memiliki komitmen yang tinggi agar mereka dapat termotivasi untuk melakukan
kinerja yang tinggi pula. Jika suatu organisasi hanya mengandalkan kinerja yang
rendah dan kurang memuaskan konsumen / pelanggan, maka hal tersebut akan
berpengaruh terhadap peluang keuntungan bagi organisasi tersebut.
2.
Pengertian konflik
konflik
berasal dari kata “configure” yang artinya saling memukul. Dilihat dari sisi
sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses social antara dua atau lebih
anggota kelompok dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dan
atau karena mereka mempunyai status, tujuan, nilai-nilai dan persepsi yang
berbeda. Konflik dilatarbelakangi oleh perbedeaan cirri-ciri yang dibawa
individu.
Jenis-jenis konflik organisasi
·
Dari segi dampak yang timbul
Dari
segi dampak yang timbul, konflik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu : konflik
fungsional dan konflik infungsional. Konflik fungsional adalah konflik yang
memberikan manfaat atau keuntungan bagi
organisasi. Sedangkan konflik infungsional adalah konflik yang merugikan bagi
organisasi. Konflik dapat menjadi fungsional apabila dikelola dan dikendalikan
dengan baik.
Contoh:
Kasus
seorang manajer perusahaan yang menghadapi masalah tentang bagaimana
mengalokasikan dana untuk meningkatkan penjualan masing-masing jenis produk. Pada
saat itu setiap produk line berada pada suatu devisi. Salah satu cara
pengalokasian mungkin dengan memberikan dana tersebut kepada devisi yang bisa
mengelola dana dengan efektif dan efisien. Jadi devisi yang kurang produktif
tidak akan mempeloh dana tersebut. Timbul konflik tentang pengalokasian dana. Secara
keseluruhan konflik ini adalah fungsional, karena mendorong seriap devisi untuk
lebih produktif. Manfaat bagi seorang manajer, para manajer akan menemukan cara
yang lebih efisien dalam menggunakan dana, menemukan cara untuk menghemat biaya,
meningkatkan prestasi masing-masing devisi secara keseluruhan sehingga bisa
tersedia dana yang lebih besar.
No comments:
Post a Comment